Riba Dalam Pandangan Islam

Standard

Banyak sekarang ini sebagian dari manusia senang dengan yang namanya hutang maupun menghutangkan, dengan memberi bunga dan bunga tinggi, yang padahal itu dilarang Allah SWT karena itu termasuk dengan Riba.

 

Dalam syariat Islam, riba diartikan dengan bertambahnya harta pokok tanpa adanya transaksi jual beli sehingga menjadikan hartanya itu bertambah dan berkembang dengan sistem riba. Maka setiap pinjaman yang diganti atau dibayar dengan nilai yang harganya lebih besar, atau dengan barang yang dipinjamkannya itu menjadikan keuntungan seseorang bertambah dan terus mengalir, maka perbuatan ini adalah riba yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah Subhannahu Wa Ta’ala dan Rasul Nya Shalallaahu alaihi wasalam, dan telah menjadi ijma’ kaum muslimin atas keharamannya.

 

Allah Subhannahu Wa Ta’ala berfirman:

 

يَمْحَقُ ٱللَّهُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَيُرْبِى ٱلصَّدَقَٰتِ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

 

Artinya;

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.”

(QS. Al-Baqarah: 276)

 

Sungguh sangat besar sekali azab bagi orang-orang yang suka memakan Harta Riba, tapi kebanyakan orang selalu menganggap enteng tentang apa yang dilakukan nya, bahkan ada yang sebagian lagi sengaja memakan Riba yang padahal dia sendiri tau akan Hukum nya dalam Al-Qur’an, Naudzubillahi mindzalik.

 

Allah Subhannahu Wa Ta’ala berfirman:

ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌۭ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Artinya;

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

(QS. Al-Baqarah: 275)

 

Dalam menafsirkan ayat diatas, sahabat Ibnu ‘Abbas Radhiallaahu anhu berkata: “Orang yang memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila lagi tercekik.”

(Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/40)

 

Imam Qatadah juga berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta riba akan dibangkitkan pada hari Kiamat dalam keadaan gila sebagai tanda bagi mereka agar diketahui para penghuni padang mahsyar lainnya kalau orang itu adalah orang yang makan harta riba.” 
(Lihat Al-Kaba’ir, Imam Adz-Dzahabi, hal.53).

 

Allah Subhanahu Wa Ta’alaa melarang kita memakan harta Riba, dan menyuruh kita memelihara diri kita dari api neraka yang sesungguhnya disediakan bagi orang-orang yang kafir.

 

Allah SWT berfirman:

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوا۟ ٱلرِّبَوٰٓا۟ أَضْعَٰفًۭا مُّضَٰعَفَةًۭ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Artinya;

“Wahai orang-orang yang beriman! Jangan lah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar km beruntung.”

 

 

وَٱتَّقُوا۟ ٱلنَّارَ ٱلَّتِىٓ أُعِدَّتْ لِلْكَٰفِرِينَ

 

Artinya;

“Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan bagi orang-orang yang kafir.”

(QS.Ali-‘imraan: 130-131)

 

Ayat 130 turun karena masalah Riba:

Dalam tafsir Ibnu Katsir, Mujahid berkata, “Banyak orang yang berniaga dengan sistem riba, yaitu dengan memakai bunga. Jika tenggang waktu habis bunganya bertambah dan terus bertambah.”

(HR.Al-Faryaby)

 

Dan Allah SWT menyuruh kita taat dengan perintahnya supaya diberi Rahmat, seperti dalam firman nya:

 

وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya;

“Dan taatlah kpd Allah dan Rasul(muhammad), agar km diberi rahmat.”

 

(Sumber : DinHikmah.com)

One response »

  1. sangat setuju dengan apa yang diuraikan, kita semua tidak akan ragu dengan konsep islam yang begitu sangat baik, yang jadi masalah hari ini, bagaimana cara mencari jalan keluar untuk menolong mereka yang tercekik dengan kebutuhan, sementara kita belum dapat mencari jalan keluar, jadi kita perlu mengemplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari yang melihat kejadian ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s