Manfaat/ faedah shalat dhuha

Standard

Manfaat/ faedah shalat dhuha yang dapat diperoleh dan dirasakan oleh orang yang mengerjakannya/ melaksanakan shalat dhuha adalah dapat melapangkan dada dalam segala hal, terutama dalam hal rizki,

sebab banyak orang yang terlibat dalam hal ini.

sholat Dhuha merupakan sholatnya orang-orang yang bertaubat.

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah pada saat berdirinya anak unta karena teriknya matahari.”

(HR. Muslim).

**   Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan Syaikh Abdul ‘Aziz bin Bazrahimahumallah dalam Penjelasan Riyadush Shalihin menjelaskan bahwa sholat yang dimaksud adalah sholat Dhuha.

SHALAT DHUHA merupakan keistimewaan yang luar biasa bagi manusia yang selalu mengharap ridho Allah subhanahu Wa Ta’ala,tapi lain hal nya dengan manusia yang lalai akan merasa berat dan bahkan terlalu berat disaat-saat yang tanggung untuk berangkat kerja atau sedang kerja,untuk menyempatkan diri dulu buat melakukan shalat sunnat tersebut.

Padahal dirasa berat hanyalah apabila belum biasa dan belum tahu keistimewaannya.

Lain halnya dengan orang yang sudah tahu keistimewaannya dan imannya pun cukup kuat,

tentu walau bagaimanapun keadaannya, apakah dia mau berangkat, ataukah sedang dikantor,

tentu ia mengutamakan shalat itu sebentar, ia merasa sayang akan keutamaan ridha Allah yang ada pada shalat tersebut.

Keutamaan shalat DHUHA dalam pahalanya memadai buat mensucikan seluruh anggota tubuh yang padanya ada hak untuk dikeluarkan shadaqahnya. Sebagaimana keterangan Rasulullah SAW bahwa setiap persendian itu ada hak untuk dikeluarkan shadaqahnya. Sedang dengan tasbih, tahmid, takbir dan amar ma’ruf nahi munkar, cukuplah memadai buat kafarat kepada haq tersebut. Tapi semua itu cukuplah memadai dengan shalat DHUHA dua rakaat :

Dari Abu Dzar, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

“Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah.

Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah,

setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat munkar (nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.”

(HR. Muslim).

Dari Mu’im bin Hammar, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Bersabda::

“Allah ta`ala berfirman: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) sampai pada sore harinya”

( HR Ahmad dan Abu Daud ).

Diriwayatkan dalam sebuah hadits, dari Abud-Darda’ ra, ia berkata,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Siapa yang shalat Dhuha 2 raka’at, maka ia tidak tercatat sebagai orang yang lalai,

dan siapa yang shalat Dhuha 4 raka’at, maka ia tercatat sebagai ‘Abid (ahli ibadah),

dan siapa yang shalat Dhuha 6 raka’at, cukuplah baginya pada hari itu,

dan siapa yang shalat Dhuha 8 raka’at, Allah swt mencatatnya sebagai Qanit (ahli taat),

dan siapa yang shalat Dhuha 12 raka’at, Allah swt membangunkan rumah untuknya di surga,

dan tidak ada hari, juga tidak ada malam kecuali ada pemberian Allah swt yang diberikannya kepada hamba-Nya sebagai sedekah untuknya, dan tidak ada pemberian Allah yang diberikan kepada seorang hamba-Nya yang lebih afdhal daripada ilham kepadanya untuk mengingat-Nya”

(HR.Ath-Thabarani)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s