KIAT SUKSES SKRIPSI KURANG DARI 6 BULAN

Standard

Menulis skripsi dengan cepat dan berkualitas tentu menjadi dambaan setiap mahasiswa. Namun kenyataannya banyak yang berlarut-larut hingga tidak jarang ada yang sampai beberapa semester baru bisa menyelesaikan skripsi.

Untk itu berikut ini saya akan bagi kiat jitu agar anda bisa menyelesaikan Skripsi tepat waktu.

1. Pastikan Anda telah memasukkan mata kuliah Skripsi pada semester berjalan.

Misalnya Anda telah bertekad untuk mengerjakan Skripsi di semester 7 maka Anda harus memasukkan Skripsi di KRS semester 7. Dengan begitu Anda sudah memastikan satu tiket untuk mata kuliah Skripsi ini.

2. Ketika mengambil Skripsi, akan lebih baik bila Anda sudah tidak mengambil mata kuliah teori.

Atau kalaupun masih harus mengambil teori, cukup satu atau dua mata kuliah saja. Hal ini penting agar fokus Anda tidak terganggu oleh mata kuliah teori tersebut. Sehingga usaha Anda agar bisa selesai kurang dari 6 bulan bisa terwujud.

3. Pastikan beberapa bulan sebelum mengambil Skripsi Anda telah memiliki topiknya.

Memiliki lebih banyak topik akan lebih baik. Karena Anda akan memiliki banyak alternatif bila ditolak oleh calon pembimbing. Salah satu cara singkat agar Anda punya topik adalah dengan banyak membaca laporan Skripsi yang sudah ada. Terutama lihat di bagian saran di bab akhir. Disana biasanya tertulis beberapa hal yang bisa dijadikan topic penelitian sebagai kelanjutan Skripsi tersebut.

4. Pastikan Anda telah mendekati salah satu calon pembimbing untuk meminta kesediaan mereka menjadi pembimbing Skripsi Anda.

Sekali pembimbing Anda menyatakan bersedia membimbing dengan topik Skripsi yang Anda tawarkan, maka sudah sangat membantu kesuksesan Anda berikutnya.

5. Langsung saat itu juga Anda mulai buat proposal Skripsinya, dan konsultasikan secara intensif kepada pembimbing Skripsi Anda.

Ketika ada revisi, langsung diperbaiki dan konsultasi lagi. Pastikan Anda dengan tekun melakukan itu smapai pembimbing menyatakan siap dan layak untuk diujikan.

6. Proposal dan skripsi yang Anda buat harus benar-benar sesuai dengan format dan ketentuan yang telah ditentuka di Fakultas/Program Studi/Jurusan Anda.

Begitu pula tata tulisnya harus benar-benar Anda prhatikan, sehingga tidak ada yang salah tulis. Karena dengan menaati semua format dan ketentuan yang berlaku akan mengurangi potensi “serangan” dari para dosen penguji.

7. Ketika menjalani ujian proposal Skripsi, pastikan bahwa Anda benar-benar pahan dengan isi proposal tersebut.

Inti dari proposal Skripsi adalah Anda bermaksud “menawarkan” atau “mengajukan” sebuah topik riset yang akan di-review oleh dosen penguji proposal. Karena sifatnya mengajukan/ menawarkan maka Anda sebagai pihak yang mengajukan harus benar-benar bisa meyakinkan dengan argumentasi yang kuat sehingga para dosen penguji bisa menerima penawaran proposal ANda tersebut.

Masalahnya, karena dosen penguji Skripsi Anda juga sudah barang tentu memili kompetensi di bidang topic Skripsi yang bakal Anda buat, maka jangan kaget dan heran bila pertanyaan yang mereka ajukan sangat kritis dan detil. Tapi Anda tidak perlu khawatir, karena selama proposal yang Anda tawarkan tersebut mrmiliki kontribusi yang signifikan di level S1 dan memiliki kemanfaatan yang jelas maka Insya Allah proposal Anda pasti diterima.

8. Sekali proposal skripsi Anda diterima, maka jangan buang-buang waktu, langsung Anda tancap gas dengan menggarap bab I, II, hingga bab terakhir.

Karena hal ini penting dilakukan agar Anda tetap bisa menjaga ritme dan semangat dalam mengerjakan skripsi.

9. Ibarat tanaman, biasanya di sekitar tanaman tersebut akan tummbuh tanaman pengganggu alias parasite yang mengganggu pertumbuhan.

Sama halnya proses penulisan Skripsi ANda. Ketika Anda menjalani proses Skripsi, tidak jarang Anda akan menghadapi berbagai “penggangu” yang bisa menghalani kelancaran Skripsi Anda. Halangan tersebut bisa berupa jenuh, malas, pekerjaan, dan dalam bentuk lain yang kadang tidak Anda sadari. Misalnya saja dengan alasan mengusir jenuh, anDA LANTAS MENGINSTALL BERBAGAI MACAM GAME DI KOMPUTER HINGGA ASYIK LARUT DAN LUPA WAKTU daam permainan tersebut. Tidak jarang hal ini berlangsung hingga beberapa minggu tanpa Anda sadari!

Belum lagi karena anda orangnya banyak teman karena supel, tidak jarang ada saja yang “menggoda’ dengan mengajak anda untuk jalan-jalan hingga ke luar kota selama beberapa hari. Ada pula yang ‘tergiur” dengan pekerjaan sambilan. Akibat godaan rupiah tersebut Anda terpaksa menomorduakan Skripsi.

Yah begitulsh banyak sekali godaan yang bakal Anda hadapi kelak. Untuk itu pastikan Anda bisa “membabat” habis semua parasite tersebut, sehingga “tanaman” skripsi anda bisa tumbuh berkembng dengan cepat sesuai harapan.

10. Ikuti gaya dan aturan yang telah ditetapkan pembimbing Anda.

Misalnya pembimbing Anda meminta Anda yang aktif menghubungi dan konsultasi dengan beliau, maka jangan sungkan-sungkan untuk selalu aktif menghubungi dan berkonsultasi. Ada juga pembimbing yang tidak mau bimbingan sekaligus dari bab I hingga terakhir, melainkan bab per bab. Apalagi misalnya Anda mendapatkan pembimbing yang sibuk, maka Anda harus benar-benar jeli dalam mengatur waktu bimbingan.

Untuk itu pastikan Anda benar-benar memahami karakter pembimbing Anda. Semaikin Anda bisa menyesuaikan diri dengan pembimbing, maka akan semakin memudahkan penulisan skripsi Anda.

11. Jangan sungkan untuk menanyakan berbagai hal yang sekiranya Anda belum paham kepada dosen pembimbing.

Atau juga minta pendapat mereka kira-kira dimana letak kelemahan dan kekurangan Skripsi ANda. Sehingga dengan begitu Anda bisa menyiapkan segala sesuatunya bila nanti trnyata ada dari salah satu kekurangan tersebut ditanyakan pada waktu ujian pendadaran.

12. Menjelangujian pendadaran, pastikan segala macam urusan administrasi sudah beres.

Jangan sampai Karena kekurangan satu syarat bisa menghambat Anda menjadi sarjana. Buatlah Checklist apa saja yang mesti dipersiapkan untuk menghadapi ujian pendadaran. Mulai dari slide presentasi, bahan referensi, alat tulis, dan lain sebagainya.

Ibaratnya akan menghadapi perang. Maka tentu persiapannya harus mantap pula.

13. Usahakanlah untuk datang 30-60 menit sebelum pendadaran.
Karena dengan begitu Anda memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan seluruh “amunisi” yang Anda bawa. Mulai dari mempersiapkan LCD Proyektor sehingga Anda bisa memastikan bahwa slide presentasi ANda di laptop bisa tampil dengan baik di layar.

Selain itu dengan datang lebih cepat Anda bisa melakukan persiapan dengan lebih baik, terutama meredam rasa nervous, gugup yang biasa melanda mahasiswa ketika akan ujian pendadaran. Untuk melawan gugup dan grogi ketika presentasi, jangan lupa gunakan jurus kiat berbicara di depan kelas yang telab saya bahas selanjutnya.

14. Ketika ujian pendadaran berlangsung, fokuslah pada setiap inti dari pertanyaan dosen penguji.

Untuk itu konsentrasi penuh mutlak Anda lakukan. Ketika menjawab pertanyaan penguji, jawablah dengan singkat, tepat dan jelas. Jangan menjawab terlalu panjang dan bertele-tele, karena kalau Anda menjawab bertele-tele bisa membuat penguji bosan dan kurang antusias dengan Anda.

Selain itu pula tidak jarang jawaban seperti itu akan “memancing” penguji untuk lebih “keras” kepada Anda dan terus memperluas lingkup pertanyaannya kepada Anda.

15. Ketika Anda agak bingung dengan pertanyaan yang diajukan penguji, maka berilah isyarat kepada dosen pembimbng Anda.

Karena harusnya dosen pembimbing akan membantu mengarahkan Anda sehingga Anda akan bisa menemukan jawabannya.

Kalau ternyata Anda benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaan dari penguji, maka jangan sungkan untuk mengatakan tidak tahu atau tidak bisa. Karena saya perhatikan banyak mahasiswa yang sadar bahwa sebenarnya mereka tidak bisa menjawab, namun terus sajs menjawab dengan jawaban yang sama sekali tidak nyambung.

Dengan mengatakan tidak tahu, maka penguji akan segera beralih ke pertanyaan lain, tanpa menunggu jawaban yang tidak nyambung tersebut.

16. Ingatlah bahwa bagi dosen penguji, yang namanya ujian pendadaran itu tugas mereka adalah mencari kekurangan, kelemahan, ketidakjelasan dan berbagai macam celah yang bisa menjadi bahan mereka untuk bertanya atay menguji Anda.

Karena untuk itulah honor mereka di bayar😀

17. Anda tidak perlu malu dan takut dengan berbagai pertanyaan yang diajukan penguji.

Karena selama memang Anda sendiri yang membuat Skripsi tersebut logikanya tentu Anda telah memahami ujung pangkal dari Skripsi tersebut. Kalau sudah begitu, keberhasilan ujian pendadaran Anda sudah di depan mata.

Maka dari itu, saya yakin sekali minimal insya Allah nilai B sudah Anda genggam. Karena sebenarnya ketika Anda sudah lolos ujian proposal, berarti penelitian untuk Skripsi Anda tersebut sudah dianggap layak dan bermutu.

Intinya, Anda yang mengerjakan skripsi, berarti Anda yang menguasai penelitian tersebut dan mampu mengomunikasikannya dengan baik dan meyakinkan selama ujian pendadaran.

18. Hindari debat yang tidak perlu.

Maksudnya bila dalam proses ujian ada perbedaan pendapat antara Anda dengan penguji, maka kalau memang yang diperdebatkan tersebut tidak terlalu prinsip, maka saya sarankan lebih baik jangan dilakukan.

Karena dengan begitu berarti Anda telah berhasil menghindari potensi bermunculannya berbagai pertanyaan lain dari penguji. Sehingga akan membuat waktu ujian akan semakin lama dan kurang bermanfaat bagi Anda. Kecuali bila memang Anda pada dasarnya senang berdebat dan memang siap dengan segala “konsekuensinya”.
(Dwi Anggrayana N)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s