Teknik Ampuh Lihai Berbicara di Depan Kelas

Standard

Bicara di depan banyak orang bagi kebanyakan kita merupakan salah satu aktivitas yang sangat “menakutkan”. Karena untuk melakukan hal tersebut memerlukan keberanian yang tidak sembarangan orang bisa miliki. Banyak kita lihat orang yang maju bertanya, mengemukakan pendapat, presentasi, dll yang sebenarnya mereka pintar, ternyata ketika bicara, kata-kata yang keluar dari mulutnya jadi “samar-samar” dan susah dimengerti. Terlihat jelas kegugupannya ketika berbicara di depan umum. Terutama ini biasanya sangat dirasakan oleh para mahasiswa (hayo ngaku..? hehehe).

Untuk itu tips sederhana ini mungkin saja bisa membantu, selamat menyimak.

1. Mulai Dari yang Kecil

Mulailah untuk berlatih berbicara dari lingkungan yang kecil. Lingkup kecil yang biasa Anda temui, misalnya pada rapat-rapat kepanitiaan acara. Pada rapat kecil ini bisa Anda jadikan sebagai ajang berbicara mengemukakan pendapat. Begitu pula rapat di kampong RT/RW, ketika menjadi peserta seminar Anda dapat belajar dengan aktif memberikan pertanyaan/ tanggapan. Begitu juga ketika di kelas Anda coba aktif bertanya dan berargumen.

2. Perlunya Jam Terbang

Semuanya berawal dari kebiasaan. Mungkin ini kata yang sangat tepat untuk membiasakan diri Anda agar mau menjalani proses untuk menggasah kemampuan berbicara di depan kelas/ umum. Coba lihat orang yang mampu mengetik sepuluh jari dengan cepat. Bagi Anda yang belum bisa mengetik secepat itu pasti merasa takjub dan terkagum-kagum. Tapi bagi yang bisa merasa kemampuan tersebut biasa saja. Hal ini dikarenakan memang sudah terbiasa melakukannya selama bertahun-tahun. Nah, hal ini juga dapat diterapkan unyuk meningkatkan kualitas bicara Anda di depan umum. Yakinlah, bila jam terbang Anda sudah tinggi, kualitas Anda menjadi public speaker akan menjadi baik, dan yang namanya perasaan malu/ takut untuk bicara tidak akan menguasai diri Anda lagi.

3. Percayalah, Semua Pembicara Pasti Grogi

Setiap pembicara yang tampak sangat hebat ketika di atas panggung, percaya yang tinggi dengan kata-kata yang mampu membuat audiens larut terhipnotis dalam orasinya itu jangan Anda kira tidak mengalami grogi loh… Percayalah setiap pembicara, MC, presenter, public speaker, bahkan dosen Anda sendiri pun ketika pertama kali tampil dan berbicara di depan umum pasti mengalami gugup dan grogi terlebih dahulu. Akan tetapi, setelah berada di atas panggung dan melontarkan beberapa kata pembuka, dengan cepat kegugupan mereka sirna dan berganti dengan rasa enjoy dan mampu bicara dengan lancar.

4. Tips Pernafasan untuk Menjinakkan Grogi

Ketika kita gugup maka suara yang kita keluarkan akan terasa bergetar, kerongkongan kita terasa tercekat bahkan untuk beberapa orang sampai ada yang mules-mules perutnya, beruntunglah saya sempat bergaul dengan teman-teman orator yang mau membagi tipsnya. Dari mereka saya tahu cara mengatasinya adalah; setiap gugup muncul tariklah nafas dalam-dalam kemudian tahan, lalu mulailah bicara dengan perlahan. Efeknya sungguh menggembirakan, walaupun dada kita masih berdegup kencang, tapi suara yang keluar sangatlah datar dan intonasinya pun terjaga.

5. Tatapan Mata

Tahukah Anda apa sebenarnya yang sering menyebabkan Anda selalu gugup dan dengkul terasa lemas ketika berbicara di depan public? Ya, salah satunya adalah ketika kita dilihat oleh puluhan atau bahkan ratusan pasang mata…! Rasanya nyawa mau melayang bukan? Hal ini biasanya dikarenakan mata kita secara langsung para hadirin. Sehingga selalu muncul perasaan seolah-olah mereka bakal menertawakan kita. Apalagi bila kita melihat dua orang hadirin yang sedang berbisik sambil melirik kea rah kita, hal itu menambah kegugupan yang sudah mengguncang dada Anda bukan?

Memang untuk beberapa pembicara tidak masalah tapi yang mudah gugup, sran saya jangan terlalu sering melihat/ kontak langsung dengan mata hadirin. Tapi jangan lupa untuk tetap sesekali melakukan kontak mata langsung, karena sebagai wujud perhatian serius Anda kepada mereka.

Lalu ke mana seharusnya mata Anda ditujukan? Cara yang biasa saya lakukan adalah dengan melihat ke bagian kepala hadirin. Karena dengan begitu mereka tidak sadar bahwa sebenarnya kita tidak melihat langsung ke mereka, sedangkan mereka sendiri akan merasa kita telah memperhatikannya. Ada juga caranya dengan melihat di bagian tengah dari kerumunan peserta/ hadirin.

Semoga bermanfaat… (Dwi Anggrayana N)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s