Sehat Tanpa Obat

Standard

Banyak orang beranggapan bahwa obat itu bisa menyembuhkan. Jika sakit kepala, pilek dan batuk sedikit saja, sudah langsung minum obat. Pernahkah Anda bertanya, “ Mengapa Anda sampai sakit?”, “ Benarkah obat dapat menyembuhkan penyakit Anda?” jawabannya TIDAK, jika IYA.. lalu “Mengapa orang yang menderita diabetes, tekanan darah tinggi bahkan stroke tidak dapat benar- benar sembuh dan pulih walaupun telah meminum obat-obat yang diresepkan dokternya hingga bertahun-tahun lamanya dan telah merogok ‘kocek’ yang tidak sedikit jumlahnya hanya demi menebus obat?”, dan taukah Anda bahwa pasien yang kena darah tinggi, ‘mati’-nya rata-rata bukan karena darah tingginya, tapi karena liver atau ginjalnya ngambek gara-gara obat yang dikonsumsinya bertahun-tahun itu?. Jadi, “Sampai kapan seseorang mau tergantung pada obat-obatan?”

Sakit sebenarnya adalah sarana INSTROPEKSI DIRI tentang bagaimana gaya hidup kita selama ini?, bukan hanya semata-mata sakit itu adalah murni pemberian dari Tuhan, seolah-olah kita ‘cuci tangan’ dan tidak turut andil dalam proses pembuatan sakit tersebut. JIKA ANDA MERASA SAKIT seperti flu, hipertensi, kolesterol dan lain-lain, coba instropeksi makanan atau minuman apa saja yang telah Anda konsumsi sebelumnya, lalu hindari. Jangan hanya minum obat, tapi makanan buruk yang Anda asup tidak berubah.

Merubah gaya hidup itulah pilihan yang paling tepat! Tubuh anda bisa menyembuhkan diri sendiri. Anda hanya butuh keyakinan yang kuat dan benar untuk bisa sembuh apapun penyakit Anda.

1. Ubah Pola Makan

Berhenti mengonsumsi semua karbohidrat buruk seperti gula dan turunannya, terigu, beras dan pati. Pasalnya, di dalam tubuh, jenis makanan ini akan diproses 100% menjadi gula dalam waktu dua jam. Benar, manusia butuh gula untuk energi. Tapi kenaikan kadar gula darah akibat jenis makanan ini sangat cepat, mengakibatkan insulin melonjak untuk menekan kenaikannya. Bersama insulin, keluar pula hormon eicosanoid buruk. Akibatnya, pembuluh darah menyempit, darah kental, daya tahan buruk, tubuh ‘memelihara’ bakteri, jamur, kista, tumor, dan kanker, serta timbul nyeri.

Sebagai ganti karbohidrat buruk, sayur mentah dan beberapa jenis buah bisa menjadi menu yang mengenyangkan dan menyehatkan. Kita makan sayur bukan hanya demi seratnya. Sayur mentah juga mengandung enzim dengan life force energy yang penting bagi tubuh. Inilah pola makan asal yang sesuai fitrah manusia. Siapa bilang tidak makan nasi jadi lemas? Jangan panik, dengan bilang, kalau gak makan nasi badan saya lemas. Tubuh Anda membangun kebiasaan, bukan memenuhi kebutuhan. Pernah lihat orang yang habis makan, makanan Padang? Setelah dua jam, bukannya semakin kuat, mereka malah menjadi mengantuk! So, Anda bilang Anda lemas, kalau tidak makan nasi? Nenek moyang kita makan sayur dan buah tapi mereka kuat mendaki gunung dan berburu.

Dengan makan sayur mentah dan buah, dijamin enzim berguna masih hidup dan semua vitamin serta antioksidannya tidak hilang. Porsinya tentu harus memadai, misalnya untuk makan siang (dengan takaran satu dinner plate): 1 ikat selada segar, 1 bh timun, 1 bh tomat, 1 bh alpukat, dan 1 bh apel. Sayuran yang kita konsumsi sebaiknya tidak dimasak, karena manfaatnya sudah tidak ada lagi (nilai gizi sudah hilang). Sayur dimasak sudah pasti enzyme-nya mati, tidak ada gunanya untuk tubuh, paling cuma serat-seratnya aja.

2. Olahraga dan Bergerak!

Menjaga makanan tanpa pernah aktif menggerakan tubuh secara benar akan membuat vitalitas kita terganggu. Demikian pula hal sebaliknya.

3. Ubah Pola Pikir dan Jiwa Anda

Jangan pernah merasa tua, karena bisa membuat seluruh tubuh kita terasa semakin tua. Usia boleh tua, tapi pikiran dan semangat kita harus tetap muda, supaya seluruh energi positif mengaliri seluruh tubuh kita.
Maafkan semua orang untuk segala sesuatu, singkirkan kebencian, dan jalani hidup ini dengan rileks, karena semua sudah sempurna seperti apa adanya. Bersyukurlah pada apa yang telah diberikan Tuhan.

4. Minum Air Putih yang Banyak

5. Tidak Ada Susu Binatang

Sapi itu begitu anaknya sudah bisa berjalan, ia akan segera berhenti menyusui dan membiarkan anaknya mencari makan sendiri, manusia itu satu-satunya species yang cukup ‘pintar’ untuk mati-matian mencari susu spesies lain dan merasa membutuhkannya.

Anak kecil di atas usia 2 tahun dipaksa minum susu, orang tuanya tidak sadar bahwa anak itu akan mengalami kesulitan pencernaan, karena cadangan enzyme-nya akan terkuras untuk mencerna bahan makanan yang semestinya tidak ia konsumsi lagi. Pendapat yang sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Hiromi Shinya tentang Enzyme pangkal atau miskonsepsi dimana intoleransi laktosa kadang dianggap tidak ada saat sang anak tidak mencret waktu minum susu. Padahal sang anak menunjukkan gejala alergi lain, infeksi kulit, eksim, gatal-gatal, sembelit, obesitas, mudah terserang penyakit hingga asma.

“Kurang apa kalau kita gak minum susu? Kalsium? Kalsium di susu sapi gak bisa diserap tubuh manusia, titik!” . Jangan menjadi korban iklan. Fakta kelicikan produsen susu untuk berkelit dari upaya penipuan saat orang yang minum susu tetap terserang osteoporosis. “Pasti ada tulisan kecil, sangat kecil, di salah satu sudut kotak atau kaleng susu, yang menuliskan kalimat semacam ‘Harus disertai dengan aktivitas fisik yang rutin’, jadi mereka bisa mengelak dari pasal penipuan ke masyarakat”. Atau satu produsen susu sapi yang begitu gencar memasarkan produk susu kalsium tapi diembel-embeli dengan kalimat ‘berjalan 10.000 langkah perhari’. “Anda mau nyuruh kakek-nenek yang renta berjalan 10 kilometer sehari? Gak keropos bener, tapi yang ada mereka mati kecape’an.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s