BELAJAR DARI ANAK – ANAK

Standard

Seringkali guru-guru terbaik bukan hanya para ahli dibidangnya, namun semua orang yang kita temui dapat menjadi guru kehidupan yang baik untuk kita.

Ada beberapa hal yang saya rasa, kita perlu belajar dari anak-anak. Hmm…. Jumlah pembelajarannya cukup banyak untuk menjadikan anak-anak juga sebagai guru pembelajaran yang baik untuk kita.

1. Anak-anak mudah sekali memaafkan.

Apabila mereka berkelahi satu sama lain, tidak dalam hitungan jam mereka sudah saling memaafkan dan dapat bermain bersama lagi. Berbeda dengan kita orang dewasa, seringkali kesalahan kecil yang telah diperbuat orang lain sangat sulit untuk kita maafkan, bahkan ada yang sampai dipendam berpuluh-puluh tahun lamanya.

Kita menjadi orang yang mudah sekali melupakan kebaikan hati oran lain, sekaligus mudah membebani hidup sendiri dengan kebencian dan kemarahan. Hal ini membuat kita menjadi sangat sulit menemukan kebahagiaan dan kedamaian hati.

” Kebencian itu seperti meminum racun, tetapi mengharapkan orang lain yang celaka.”

2. Anak-anak tidak menyukai hal-hal yang rumit.

Mereka akan bingung apabila diberi tahu hal yang rumit dan menyulitkan. Mereka lebih suka mendengar cerita sederhana yang mudah dimengerti.
Inilah yang membedakan anak-anak dengan kita orang dewasa yang malah suka membesar-besarkan masalah yang tadinya sederhana.

Padahal Albert Einstein pernah berkata, “Orang pintar adalah orang yang menyederhanakan hal yang rumit. Orang bodoh adalah orang yang merumitkan hal yang sederhana.”

3. Anak-anak sangat proaktif dalam belajar.

Jika ada suatu hal yang tidak mereka ketahui, mereka langsung menanyakannya kepada orang dewasa. Selain itu, anak-anak selalu terbuka terhadap hal-hal baru, mereka akan tertarik untuk mengetahui dan belajar banyak.

Berbeda dengan kita yang seringkali merasa sudah tidak perlu untuk belajar lagi. Kita sudah mengisi penuh “cangkir” dalam pikiran kita sehingga sudah tidak dapat diisi lagi oleh pelajaran-pelajaran baru. Kadang kita juga terlalu angkuh untuk belajar pada orang yang lebih muda.

4. Anak-anak tidak terlalu terbebani masalah.

Yang mereka tahu hanya bermain, bermain, dan bermain. Hepi-hepi. Mereka selalu mengisi hari-hari mereka dengan penuh keceriaan dan canda tawa dengan teman-temannya.

Berbeda dengan orang dewasa yang telah bersentuhan dengan “masalah-masalah” kehidupan. Berbagai ambisi hidup yang ingin kita capai, kita seringkali lupa untuk tetap ceria dan bermain-main sejenak dengan orang-orang di sekitar kita. Kita menjadi terlalu serius sehingga kita sulit untuk ceria dan tertawa bahagia.

Demikianlah 4 hal yang bisa kita pelajari dari anak-anak.
Kelihatannya memang sederhana

Yaphz.. Pelajaran terbaik dari cerita ini bukanlah kita menjadi orang dewasa yang bersifat kekanak-kanakan.

“Be Childlike, but not Childhist”

Jadilah seperti anak-anak dalam hal memaafkan, kesederhanaan, belajar, dan keceriaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s